Happy and Feeling Good

Adalah lumrah untuk berbicara dengan teman-teman dan keluarga ketika Anda sedang berbahagia. Setiap saat, Anda ingin mengungkapkan mengapa Anda bahagia dan ingin berbagi kebahagiaan dengan orang-orang dekat Anda. Dalam pelajaran ini, mari kita perhatikan berbagai cara bagaimana Anda dapat mengekspresikan diri ketika Anda bahagia.Berikut adalah beberapa contoh.

“I’m very happy right now.” = Saya sangat bahagia sekarang
“I’m happy.”= Saya bahagia.
“I haven’t been this happy in a long time.”= Saya belum pernah bahagiaseperti ini dalam waktu yang lama. Continue reading →

Iklan

Draft

 

ORANG YG TAK TERSENTUH API NERAKA

Rasulullah saw bersabda :

‎ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ

“Maukah kalian aku tunjukkan orang yang Haram baginya tersentuh api neraka?” Para sahabat berkata, “Mau, wahai Rasulallah!” Beliau menjawab:
“(yang Haram tersentuh api neraka adalah) orang yang *Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl*.”
(H.R. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).

1. Hayyin
Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin.
Tidak mudah memaki, melaknat serta teduh jiwanya..

2. Layyin
Orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur-kata atau bersikap. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia

3. Qarib
Akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang diajak bicara. Dan murah senyum jika bertemu.

4. Sahl
Orang yang tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan.

Shalawat Nariyah, Tuduhan Syirik, dan Ilmu Sharaf Dasar

Popularitas shalawat Nariyah di kalangan umat Islam di Nusantara memang tak terbantahkan. Namun, apakah ia lantas bersih dari para penolaknya? Ternyata tidak. Sebuah fenomena yang sesungguhnya sangat lumrah dalam kehidupan beragama.

Lewat beragam sudut, beberapa orang melancarkan vonis bahwa pengamalan shalawat Nariyah termasuk melenceng dari ajaran Rasulullah alias bid’ah. Sebagian yang lain mengahakimi secara lebih ekstrem: syirik atau menyekutukan Allah.

Vonis bid’ah umumnya berangkat dari alasan tak ditemukannya hadits atau ayat spesifik tentang shalawat Nariyah. Sementara tuduhan syirik berasal dari analisa terjemahan atas redaksi shalawat yang dinilai mengandung unsur kemusyrikan. Yang terakhir ini menarik, karena tuduhan “sekejam” itu ternyata justru muncul hanya dari analisa kebahasaan. Benarkah demikian?
.
Kita simak dulu redaksi shalawat Nariyah secara lengkap sebagai berikut:
.
اَللّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
.
Perhatian para penuduh shalat Nariyah mengandung kesyirikan umumnya tertuju pada empat kalimat berurutan di bawah ini:
.
تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ
.
Kalimat-kalimat itu pun dirinci lalu diterjemahkan begini:
.
تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ
.
Artinya: “Segala ikatan dan kesulitan bisa lepas karena Nabi Muhammad”.
.
وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ
.
Artinya: “Segala bencana bisa tersingkap dengan adanya Nabi Muhammad”.
.
وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ
.
Artinya: “Segala kebutuhan bisa terkabulkan karena Nabi Muhammad”.

وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ
.
Artinya: “Segala keinginan bisa didapatkan dengan adanya Nabi Muhammad”. Menurut para penuduh itu, empat kalimat tersebut sarat kesyirikan karena secara terjemahan mengandung pengakuan bahwa Nabi Muhammad memiliki kemampuan yang hanya dimiliki Allah, seperti bisa menghilangkan kesulitan, menghilangkan bencana, memenuhi kebutuhan, dan mengabulkan keinginan serta doa hanyalah Allah.

Bantahan dari Ilmu Sharaf Dasar

Shalawat Nariyah atau disebut juga shalawat Tâziyah atau shalawat Tafrîjiyah berasal bukan dari Indonesia. Ia dikarang oleh ulama besar asal Maroko, Syekh Ahmad At-Tazi al-Maghribi (Maroko), dan diamalkan melalui sanad muttashil oleh ulama-ulama di berbagai belahan dunia. Tak terkecuali Mufti Mesir Syekh Ali Jumah yang memperoleh sanad sempurna dari gurunya Syaikh Abdullah al-Ghummar, seorang ahli hadits dari Maroko.

Jika shalawat Nariyah dianggap syirik, ada beberapa kemungkinan. Pertama, para ulama pengamal shalawat itu tak mengerti tentang prinsip-prinsip tauhid. Ini tentu mustahil karena mereka besar justru karena keteguhan dan keluasan ilmu mereka terhadap dasar-dasar ajaran Islam. Kedua, pengarang shalawat Nariyah, termasuk para pengikutnya, ceroboh dalam mencermati redaksi tersebut sehingga terjerumus kepada kesyirikan. Kemungkinan ini juga sangat kecil karena persoalan bahasa adalah perkara teknis yang tentu sudah dikuasai oleh mereka yang sudah menyandang reputasi kelilmuan dan karya yang tak biasa. Ketiga, para penuduhlah yang justru ceroboh dalam menghakimi, tanpa mencermati secara seksama dalil shalawat secara umum, termasuk juga aspek redaksional dari shalawat Nariyah.

Dilihat dari segi ilmu nahwu, empat kalimat di atas merupakan shilah dari kata sambung (isim maushul) الذي yang berposisi sebagai na‘at atau menyifati kata محمّد.
.
Untuk menjernihkan persoalan, mari kita cermati satu per satu kalimat tersebut.
.
تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ
santrinasionalisPertama, تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ .
.
Dalam kacamata ilmu sharaf, kata تَنْحَلُّ merupakan fi’il mudlari‘ dari kata انْحَلَّ. Bentuk ini mengikuti wazan انْفَعَلَ yang memiliki fungsi/faedah لمُطَاوَعَةِ فَعَلَ (dampak dari فَعَلَ). Demikian penjelasan yang kita dapatkan bila kita membuka kitab sharaf dasar, al-Amtsilah at-Tashrîfiyyah, karya Syekh Muhammad Ma’shum bin ‘Ali.

Contoh:
.
كَسَرْتُ الزُّجَاجَ فَانْكَسَرَ
.
“Saya memecahkan kaca maka pecahlah kaca itu.” Dengan bahasa lain, kaca itu pecah (انْكَسَر) karena dampak dari tindakan subjek “saya” yang memecahkan.

Contoh lain:
.
حَلّ اللهُ العُقَدَ فَانْحَلَّ
.
“Allah telah melepas beberapa ikatan (kesulitan) maka lepaslah ikatan itu.” Dengan bahasan lain, ikatan-ikatan itu lepas karena Allahlah yang melepaskannya.

Di sini kita mencermati bahwa wazan انْفَعَلَ mengandaikan adanya “pelaku tersembunyi” karena ia sekadar ekspresi dampak atau kibat dari pekerjaan sebelumnya.

Kalau تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ dimaknai bahwa secara mutlak Nabi Muhammad melepas ikatan-ikatan itu tentu adalah kesimpulan yang keliru, karena tambahan bihi di sini menunjukkan pengertian perantara (wasilah). Pelaku tersembunyinya tetaplah Allah—sebagaimana faedah لمُطَاوَعَةِ فَعَلَ.
.
Hal ini mengingatkan kita pada kalimat doa:
.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
.
“Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah ikatan/kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”. Kedua, تَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ
.
Senada dengan penjelasan di atas, تَنْفَرِجُ merupakan fi’il mudlari‘ dari kata انْفَرَجَ, yang juga mengikuti wazan انْفَعَلَ. Faedahnya pun sama لمُطَاوَعَةِ فَعَلَ (dampak dari فَعَلَ).
.
Ketika dikatakan تَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ maka dapat diandaikan bahwa فَرَجَ اللهُ الكُرَبَ فَانْفَرَجَ. Dengan demikian, Allah-lah yang membuka atau menyingkap bencana/kesusahan, bukan Nabi Muhammad.
santrinasionalisKetiga, تُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ
.
Kata تُقْضَى adalah fi’il mudlari‘ dalam bentuk pasif (mabni majhûl). Fi’il mabni majhul tak menyebutkan fa’il karena dianggap sudah diketahui atau sengaja disembunyikan. Kata الْحَوَائِجُ menjadi naibul fa’il (pengganti fa’il). Ini mirip ketika kita mengatakan “anjing dipukul” maka kita bisa mengandaikan adanya pelaku pemukulan yang sedang disamarkan.

Dengan demikian kita bisa mengandaikan kalimat lebih lengkap dari susunan tersebut.
.
تَقْضِي اللهُ الْحَوَائِجَ
.
“Allah akan mengabulkan kebutuhan-kebutuhan”. Keempat, تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ
.
Penjelasan ini juga nyaris sama dengan kasus تُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ. Singkatnya, Nabi Muhammad bukan secara mutlak memiliki kemampuan memberikan keinginan-keinginan karena Allah-lah yang melakukan hal itu yang dalam kalimat tersebut disembunyikan. Fa’il tidak disebutkan karena dianggap sudah diketahui.

Alhasil, dapat dipahami bahwa tuduhan syirik atas kalimat-kalimat itu sesungguhnya keliru. Sebab, kemampuan melepas kesulitan, menghilangkan bencana/kesusahan, memenuhi kebutuhan, dan mengabulkan keinginan-keinginan secara mutlak hanya dimiliki Allah. Dan ini pula yang dimaksudkan pengarang shalawat Nariyah, dengan susunan redaksi shalawat yang tidak sembrono. Hanya saja, dalam redaksi shalawat Nariyah tersebut diimbuhkan kata bihi yang berarti melalui perantara Rasulullah, sebagai bentuk tawassul.

Bahasa Arab dan bahasa Indonesia memang memiliki logika khas masing-masing. Karena itu analisa redaksi Arab tanpa meneliti struktur bakunya bisa menjerumuskan kepada pemahaman yang keliru. Lebih terjerumus lagi, bila seseorang membuat telaah, apalagi penilaian, hanya dengan modal teks terjemahan.(SantriNasionalis)

 

Itu adalah istilah-istilah ilmu keislaman yang sukar dicari padanan katanya dalam bahasa Indonesia tetapi bisa dijelaskan, bu. Wasithotul istianah menerangkan bahwa memohon pertolongan itu berbeda dengan menyembah. Memohon pertolongan bukan berarti menyembah; minta tolong kepada petugas pemadam kebakaran bukan berarti menyembahnya. Baik, saya jelaskan ya bu. Allah berfirman

اياك نعبد و اياك نستعين

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan”

Dalam ilmu nahwu terdapat bermacam-macam kegunaan huruf wawu ( و ) ada wawu athof, wawu qosam, wawu hal dan wawu maiyah. Huruf wawu dalam ayat di atas adalah wawu athof yang berarti “dan” yang digunakan untuk menghubungkan dua hal yang berbeda. Jika ibu Yani mengatakan “Sabrang dan tomat” maka keduanya adalah berbeda. Dalam ayat di atas dua hal yang dihubungkan dengan huruf wawu adalah na’budu (kami menyembah) dan nastain (kami memohon pertolongan). Jadi menyembah dan memohon pertolongan adalah dua hal yang berbeda. Menyembah tidak diperbolehkan menggunakan perantara; tidak ada wasithotutta’abbud, tetapi memohon pertolongan kepada Allah boleh menggunakan perantara, inilah yang disebut wasithotul istianah.

Kemudian اياك (hanya kepada Engkaulah) dalam ayat tersebut disebut dua kali. Ini menunjukkan bahwa menyembah dan memohon pertolongan itu secara hakiki hanya kepada Allah, hanya saja istianah (memohon pertolongan) itu ada istianatul hakikiyyah dan ada pula istianatul majaziyyah. Dimaksudkan dengan istianatul hakikiyyah adalah memohon pertolongan secara hakikat, dan dimaksudkan dengan istianatul majaziyyah adalah memohon pertolongan secara majazi/metaporis. Jika ibu Yani sakit, ibu minta tolong kepada dokter untuk mengobatinya, tetapi pada hakikatnya yang menolong ibu sembuh dari penyakit adalah Allah, bukan dokter. Pertolongan Allah itulah istianatul hakikiyyah dan pertolongan dokter adalah istianatul majaziyyah. Jika ada orang berkeyakinan bahwa dokterlah yang menyembuhkan penyakit, bukan Allah, berarti dia telah menjadikan pertolongan dokter sebagai istianatul hakikiyyah, dan dalam hal ini dia telah jatuh pada perbuatan syirik.

2. Gaji adalah bagian dari rizki, tetapi rizki tidak selalu dalam bentuk gaji. Lalu apakah Rizki itu? Imam Kurtubi menerangkan:

ماصح الانتفاع به

Apa saja yang mendatangkan manfaat. Gaji mendatangkan manfaat berarti gaji juga rizki tetapi rizki tidak selalu dalam bentuk gaji atau uang, ia bisa berupa udara yang kita hirup dll. Rizki ada yang dapat diduga ada pula yang tidak, ada yang diusahakan ada pula yang tidak; semuanya pada hakikatnya adalah pemberian Allah.

Berbagai cara dilakukan orang dalam mencari uang sesuai dengan bidang dan minatnya. Imam Ibnu Athoillah Alasykandari menerangkan:

إِرَ ادَ تُــكَ الـتَّجْرِ يْدَ مَـعَ إِقَامَـةِ اللَّهِ إِ يَّـاكَ فيِ اْلأَسْبَابِ مِنَ الشَّـهْـوَ ةِ الْخَفِـيـَّةِ. وَ إِرَادَ تُـكَ اْلأَسْبَابَ مَعَ إِقَامَةِ اللَّهِ إِ يَّـاكَ فيِ الـتَّجْرِ يْدِ اِنحِطَاطٌ مِنَ الْهِمَّةِ الْعَـلِـيـَّةِ “Keinginanmu untuk tajrid, sementara Allah masih menegakkan engkau di dalam asbab, merupakan syahwah yang tersamar (halus). Dan keinginanmu kepada asbab, pada saat Allah sudah menegakkan engkau dalam tajrid, merupakan suatu kejatuhan dari himmah yang tinggi.”

Orang yang berada pada posisi ASBAB harus mencari uang, tidak mencari tidak dapet, bisa srbagai employed, self-employed, business owner atau investor. Adapun orang yang berada dalam posisi TAJRID bukan dia yang menari uang, tetapi uanglah yang mencari dia.

 

 

English expressions

Bagi yang berminat belajar bahasa Inggris on line gratis, saya rekomendasikan FOLLOW akun Instagram @engliguidance. Anda akan selalu mendapat postingan tentang English Expressions, English Grammar, Business English, dan Strategi UN B. Inggris secara teratur

Greetings; Two Example Dialogs

Slides-1-4

Small Talk (1)

Salma: Hi Mary.” = Hai Maria
Maria: “Oh, hi.” = Oh, hai
Salma: “How are you doing?” = Bagaimana kabarmu?
Maria: “I’m doing all right. How about you?” = Saya baik-baik saja. Bagaimana dengan Anda?
Salma: “Not too bad. The weather is great, isn’t it?”
= Tidak terlalu buruk (lumayan baik). Cuaca cerah, bukan? Continue reading →

Greetings

Bagi yang berminat belajar bahasa Inggris on line gratis, saya rekomendasikan FOLLOW akun Instagram @engliguidance. Anda akan selalu mendapat postingan secara teratur

Informal Greetings

Pelajaran ini kita mulai dengan memperhatikan contoh percakapan antara dua orang sahabat lama yang bertemu di jalan. Karena mereka sudah lama saling mengenal, maka percakapan mereka pun bersifat informal:

A: Hello!
B: Hi
A: How are you?
B: Great, thanks, and you?
A: Fine, thanks. Continue reading →

STRATEGI MENJAWAB SOAL REPORT TEXT

 

downloadReport Text adalah teks bahasa Inggris yang menghadirkan informasi tentang sesuatu seperti alam, hewan, tumbuhan, hasil karya manusia, dan fenomena sosial dengan apa adanya. Informasi yang dihadirkan dalam Report Text adalah hasil dari observasi dan analisis secara sistematis. Continue reading →

BERPIKIR LEBIH BERHARGA DARI PADA UANG

images (14)Ada sebuah pepatah dalam Bahasa Inggris yang sangat popular di telinga kita. Begitu popularnya pepatah ini, sampai-sampai mereka yang tidak bisa Bahasa Inggris pun sering mengucapkannya. Pepatah tersebut berbunyi Time is money yang bila diterjemahkan secara harfiah ucapan tersebut berarti waktu adalah uang. Kata uang di sini adalah kata metaforis yang maknanya adalah berharga. Jadi waktu adalah berharga. Continue reading →

STRATEGI MENJAWAB SOAL GREETING CARD (Congratulations Text)

 

images (11)
GREETING CARD (Kartu Ucapan) adalah text yang berupa kartu ucapan yang biasanya diberikan kepada seseorang untuk menyampaikan: ucapan selamat (Congratulations), perasaan simpati (sympathy). Permintaah maaf (apology), atau saran (suggestion). Continue reading →

I’ROB DAN TAFSIR AL-QUR’AN SURAH AL-BAQARAH: 22- 44

البقرة22

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُون

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. Continue reading →

I’ROB DAN TAFSIR QS. AL-BAQARAH 1- 21

1:البقرة

الم

Tafsir Jalalain

“الم” اللَّه أَعْلَم بِمُرَادِهِ بِذَلِكَ .

(Alif laam miim) Allah yang lebih mengetahui akan maksudnya.

2:البقرة

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

الإعراب

(ذا) اسم إشارة مبني على السكون في محل رفع مبتدأ واللام للبعد والكاف للخطاب. Continue reading →

STRATEGI MENJAWAB SOAL NOTICE TEXT

 

images (10) Notice ialah peringatan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan di tempat-tempat umum. Salah satu bentuk notice adalah caution, yaitu peringatan akan adanya bahaya atau resiko yang ditimbulkan jika sebuah peringatan dilanggar. Continue reading →