BERPIKIR LEBIH BERHARGA DARI PADA UANG

images (14)Ada sebuah pepatah dalam Bahasa Inggris yang sangat popular di telinga kita. Begitu popularnya pepatah ini, sampai-sampai mereka yang tidak bisa Bahasa Inggris pun sering mengucapkannya. Pepatah tersebut berbunyi Time is money yang bila diterjemahkan secara harfiah ucapan tersebut berarti waktu adalah uang. Kata uang di sini adalah kata metaforis yang maknanya adalah berharga. Jadi waktu adalah berharga.

Waktu menjadi berharga apabila diisi dengan bekerja; bekerja untuk mencari uang, bekerja untuk pembangunan, bekerja untuk meningkatkan kualitas diri, bekerja untuk kepenting dunia, bekerja untuk kepenting akhirat, atau bekerja untuk kepenting dunia dan akhirat .

Namun, pepatah tersebut oleh sebagian orang dianggap sudah out of date; sudah dianggap ketinggalan jaman, maka muncullah pepatah baru yang menggantikan pepatah lama. Pepatah baru dimaksud berbunyi an idea is money yang bila diterjemahkan secara harfiah ucapan tersebut berarti ide adalah uang. Sekali lagi uang di sini adalah kata metaforis yang maknanya adalah berharga.

Ide menjadi lebih berharga daripada pekerjaaan sebab ide mandahului pekerjaan. Pekerjaan tidak akan ada tanpa adanya ide yang melatabelakanginya. Jika seseorang berencana hendak keluar rumah untuk bekerja, itu adalah sebuah ide. Jika kita berencana hendak bangun tengah malam untuk sholat tahajjud, itu adalah sebuah ide. Ide jahat akan melahirkan perbuatan jahat, dan ide baik akan melahirkan perbuatan baik pula. Semakin baik sebuah ide semakin baik pula pekerjaan; semakin cemerlang sebuah ide semakin cemerlang pula pekerjaan. Bahkan dalam dunia bisnis ide cemerlang sering kali disembunyikan agar tidak dicuri orang.

Lalu, adakah yang lebih berharga daripada ide? Ya. Ia tidak lain adalah berpikir. Itulah sebabnya berpikir sesaat tentang kebaikan itu lebih utama daripada sholat sunnah seribu rakaat karena berpikir sesaat akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan secara keseluruhan.

images (15)Berpikir lebih penting daripada ide karena ide dihasilkan melalui proses berpikir. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Pikiran manusia terbagi menjadi dua bagian, yakni pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar juga terbagi menjadi dua bagian, yaitu pikiran sengaja dan pikiran otomatis. Pikiran sengaja adalah pikiran yang berada di bawah kendali kehendak. Seseorang yang dengan sengaja berpikir, dia menyadari bahwa dirinya sedang berpikir. Sedangkan pikiran otomatis dapat ditemukan pada kebanyakan orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang berpikir, meskipun sebenarnya mereka sedang melakukannya.

Jika seseorang berpikiran buruk terhadap orang lain, dia akan berpikir mencari ide untuk melakukan perbuatan buruk terhadapnya. Dia memikirkan hal itu mungkin hanya beberapa saat saja. Begitu pikiran sengaja menghentikan aktifitasnya, pikiran otomatis segera mengambil alih. Pikiran- buruk tentang rekannya itu akan terus mengiang-ngiang di benaknya tanpa dia sadari, bahkan hingga larut malam dia tetap terjaga tanpa mampu memejamkan matanya.

Ketika seseorang berpikiran negatif, maka pikiran negatif tersebut akan menjadi sugesti batiniah yang akan terus bekerja pada dirinya. Dia akan menjalani hidupnya di dunia ini sesuai dengan pikiran negatif yang dia bawa kemana pun dia pergi.

Apa yang dipikirkan oleh pikiran otomatis merupakan kelanjutan dari pikiran sengaja. Pikiran otomatis akan terus memikirkan hal-hal positif segera setelah pikiran sengaja berhenti memikirkannya. Begitu pula sebaliknya, pikiran otomatis akan terus memikirkan hal-hal negatif segera setelah pikiran sengaja berhenti memikirkannya.

Pikiran positif akan memunculkan ide-ide positif dan ide-ide positif pada akhirnya akan melahirkan perbuatan-perbuatan positif pula, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu pikiran harus dikendalikan. Ini dapat dilakukan antara lain pertama, dengan zero mind process yaitu proses pengosongan pikiran dari hal-hal negatif seperti prasangka buruk, egois dan fanatik kelompok, sudut pandang yang keliru, eksklusifisme, kesombongan, iri-dengki, dan lain-lain. Kedua, menyibukkan pikiran dengan hal-hal positif; dengan berprasangka baik, dengan kebajikan, altruisme, dan lain-lain’ dan yang tak kalah pentingnya adalah yang ketiga, sibukkan hati dengan berzikir kepada Allah.

Ketika seseorang telah berhasil mengendalikan pikirannya dia akan menjadi raja bagi dirinya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: